Mari Berkolaborasi dan Wujudkan KaryaAnda
Punya pertanyaan seputar penerbitan, konsultasi naskah, atau peluang kerja sama? Tim kami siap membantu Anda setiap langkahnya.
Cari Buku Sekarang
Sunda dalam Catatan Tionghoa
Umum
Deskripsi Produk
Penulis: Andreas Bintoro Dewanto
Editor: Ibnu Hijar Apandi
Kategori Buku: Sosiologi/Budaya/Agama
Bulan & Tahun Terbit: September 2026
Ukuran: 13,5 x 21 cm
Jumlah Halaman: x + 86
Status ISBN: Dalam Proses Pengajuan ke Perpusnas
Sinopsis
Buku ini adalah catatan seorang sosiolog berlatar belakang budaya Tionghoa yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di tengah masyarakat Sunda. Ia mencoba memahami Sunda melalui sejarah, budaya, bahasa, agama, dan pengalaman hidup sehari-hari.
Dari Prabu Siliwangi hingga Hasan Mustapa, dari persinggungan agama dan budaya hingga perjalanan keyakinan, buku ini mengajak pembaca melihat Sunda dari berbagai sisi tanpa tergesa-gesa memberi definisi atau kesimpulan.
Dengan pendekatan sosiologis yang jernih dan reflektif, buku ini bukan sekadar upaya membaca Sunda. Ia adalah ajakan untuk memahami bahwa setiap identitas dibentuk oleh sejarah, pengalaman, dan cara pandang yang kompleks. Sebab membaca Sunda pada akhirnya adalah belajar membaca manusia dengan lebih terbuka, rendah hati, dan tanpa menganggap pembacaan ini sebagai kata akhir.
Editor: Ibnu Hijar Apandi
Kategori Buku: Sosiologi/Budaya/Agama
Bulan & Tahun Terbit: September 2026
Ukuran: 13,5 x 21 cm
Jumlah Halaman: x + 86
Status ISBN: Dalam Proses Pengajuan ke Perpusnas
Sinopsis
Buku ini adalah catatan seorang sosiolog berlatar belakang budaya Tionghoa yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di tengah masyarakat Sunda. Ia mencoba memahami Sunda melalui sejarah, budaya, bahasa, agama, dan pengalaman hidup sehari-hari.
Dari Prabu Siliwangi hingga Hasan Mustapa, dari persinggungan agama dan budaya hingga perjalanan keyakinan, buku ini mengajak pembaca melihat Sunda dari berbagai sisi tanpa tergesa-gesa memberi definisi atau kesimpulan.
Dengan pendekatan sosiologis yang jernih dan reflektif, buku ini bukan sekadar upaya membaca Sunda. Ia adalah ajakan untuk memahami bahwa setiap identitas dibentuk oleh sejarah, pengalaman, dan cara pandang yang kompleks. Sebab membaca Sunda pada akhirnya adalah belajar membaca manusia dengan lebih terbuka, rendah hati, dan tanpa menganggap pembacaan ini sebagai kata akhir.